Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan, LPK Mitra Kasih Training Centre telah menyelenggarakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) Bagi Non Medis. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung, henti napas, maupun keadaan darurat lainnya sebelum bantuan medis profesional tiba. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menjadi penolong pertama (first responder) yang sigap, percaya diri, dan mampu memberikan tindakan penyelamatan yang tepat.

Pelatihan Basic Life Support (BLS) Bagi Non Medis telah diselenggarakan pada tanggal 11 April 2026 di LPK Mitra Kasih Training Centre. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang non medis. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti proses pembelajaran yang memadukan penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, simulasi, praktik keterampilan, serta evaluasi kompetensi guna memastikan tercapainya tujuan pembelajaran.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan mengutamakan praktik langsung menggunakan manekin pelatihan dan simulasi berbagai skenario kegawatdaruratan. Narasumber memberikan pemahaman mengenai pentingnya tindakan cepat dalam menyelamatkan korban henti jantung, dilanjutkan dengan demonstrasi teknik Basic Life Support (BLS) sesuai pedoman terbaru. Peserta berlatih melakukan penilaian awal korban, aktivasi sistem bantuan darurat, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta penanganan sumbatan jalan napas akibat benda asing (tersedak). Melalui sesi praktik ini, peserta memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan apabila menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Materi yang diberikan meliputi konsep dasar Basic Life Support (BLS), prinsip keselamatan penolong, pengenalan kondisi henti jantung dan henti napas, penilaian awal korban, aktivasi sistem kegawatdaruratan, teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), penanganan tersedak pada orang dewasa, anak, dan bayi, posisi pemulihan (recovery position), serta simulasi penanganan kegawatdaruratan sesuai pedoman terkini.
Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap situasi kegawatdaruratan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan Basic Life Support (BLS), peserta diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama yang efektif dan berkontribusi dalam meningkatkan angka keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Manfaat Pelatihan :

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.

  • Meningkatkan kemampuan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan penggunaan AED sesuai prosedur yang benar.

  • Meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengambil tindakan cepat dan tepat sebelum bantuan medis tiba.

  • Mendukung terciptanya lingkungan kerja dan masyarakat yang lebih siap menghadapi keadaan darurat serta meningkatkan peluang keselamatan korban.

LPK Mitra Kasih Training Centre berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program pelatihan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang kegawatdaruratan. Melalui Pelatihan Basic Life Support (BLS) Bagi Non Medis, diharapkan peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, menjadi penolong pertama yang sigap, serta turut menciptakan lingkungan yang lebih aman, peduli, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

Leave a reply